Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang menguasai hari pembalasan, Dialah Rabb yang mengumpulkan hati-hati yang berserakan untuk bersatu dalam rumah kecintaan Al-Islam dan taman-tamannya. Sholawat serta Salam tercurah kepada junjungan alam yang membawa cahaya kebenaran ditengah alam jahiliyah, Nabi Muhammad SAW beserta kerabat, sahabat dan pengikutnya yang senantiasa istiqamah hingga akhir zaman kelak.
Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peran pendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai, terbuka, dan demokratis. Serta untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat suatu bangsa. Oleh karena itu, pembaruan pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Memasuki abad ke-21 ini, keadaan SDM Indonesia sangat tidak kompetitif. Hal ini dilihat dari hasil penelitian beberapa lembaga internasional. Tahun 2007 menurut laporan United Nations, Educational, Scientific and Curtural Organization (UNESCO) posisi Indonesia dalam peringkat indek pendidikan dunia menurun dari posisi ke-58 menjadi posisi ke-62 dari 130 negara.(kompas.com.10/12/2007). Penurunan tersebut terus terjadi, hal ini terlihat pada laporan (UNESCO) berikutnya dalam ”2009 EFA Global Monitoring Report” yang dikeluarkan November 2008 menempatkan posisi Indonesia pada nomor 71 dari 129 negara dalam pencapaian Education For All (EFA). Yang lebih memprihatinkan adalah laporan diungkap dalam Human Development Report 2007/2008 dimana Indonesia ditempatkan pada ranking 107 dari 177 negara dalam Indek Pembangunan Manusia yang dibuat UNDP PBB.(antara.co.id.23/12/2008)
Namun pada awal abad ke-21 ini pula, prestasi Indonesia pada berbagai olimpiade internasional sangat bagus. Pada tahun 2004 Indonesia tercatat sebagai juara umum International Junior Sciences Olympiade (IJSO) dengan memperoleh delapan medali emas dan empat medali perak. Selain itu juga memperoleh penghargaan ”the Best Experimental Winner, Absolute Winner, dan Overal Winner”(suaramerdeka.com.11/12/2006). Tahun 2005 Indonesia kembali menjadi juara umum IJSO. Tahun 2006 Indonesia berhasil pula meraih dua emas, tiga perak dan satu perunggu di ajang tersebut. Prestasi lainnya pada Olimpiade Fisika Internasional tahun 2007 Indonesia menempati Urutan kedua setelah Cina (media-Indonesia.com.27/04/2008) dan tahun 2008 Indonesia berhasil menjadi juara dengan memperoleh dua medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu mengalahkan 82 negara lainnya di dunia.(kaskus.us. 08/2008)
Kenyataan tersebut di atas memperlihatkan kepada kita dua hal yang kelihatannya bertentangan. Keberhasilan olimpiade bukan keberhasilan yang menandai peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini membuat kita bertanya faktor apa sebenarnya yang membuat hal itu terjadi. Seperti kita ketahui bahwa kualitas pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor penting, yaitu: Input, Proses, lingkungan, sarana dan prasarana. Berkaitan dengan faktor input, apakah kecerdasan peserta didik di sekolah dan peserta didik Olimpiade yang jauh berbeda. Berkaitan dengan faktor proses, guru menjadi faktor utama, dimana guru harus mempunyai 4 kompetensi yaitu penguasaan bidang studi, pemahaman tentang peserta didik, penguasaan pembelajaran yang mendidik dan pengembangan kepribadian dan keprofesionalan (heri trilukman BS,S.Pd. heritl.teknodik.net 17/09/2008)..
Untuk menjawab masalah tersebut maka diperlukan komunikasi antara praktisi olimpiade dan para pendidik di sekolah, agar terjadi peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Selain itu pula perlu diberikan motivasi kepada pendidik dan peserta didik di sekolah untuk mampu mensejajarkan diri dengan para pemenang olimpiade.
Maka, kami Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika bermaksud mengadakan beberapa kegiatan yang dapat menambah wawasan bagi para pendidik maupun peserta didik. Agar nantinya tercipta pendidikan yang berkualitan tinggi. Bentuk-bentuk kegiatan yang dapat mewakili usaha peningkatan kualitas dan pendidikan guru diantaranya adalah Seminar Nasional sebagai wahana untuk saling tukar pikiran diantara sesama rekan Pendidik se-Indonesia tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran MIPA khusunya fisika bercermin pada kesuksesan tim olimpiade Indonesia. LCC sebagai wahana peningkatan kemampuan berfikir analitis edukatif, penguasaan berbagai konsep fisika, prinsip fisika, dan memupuk sikap percaya diri. Pameran Sains yang diharapkan dapat menstimulus Peserta didik dalam menggali pengetahuan dan menciptakan penemuan baru dalam bidang keilmuan fisika. Bedah Buku sebagai ajang menumbuhkan dan mengembangkan semangat untuk terus menimba ilmu dan menghadapi setiap permasalahan dalam menempuh jalan yang penuh keilmuan. Seluruh bentuk kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dikemas dalam sebuah acara GEBYAR FISIKA EUREKA VIII.
B. DASAR HUKUM
1. Al-Quran Q.S. Al Mujadalah ayat 11
2. POK UIN Sunan Gunung Djati Bandung
3. AD/ART HMP Fisika KBM UIN Sunan Gunung Djati Bandung
4. Program Kerja HMP Fisika KBM UIN Sunan Gunung Djati Bandung
C. MAKSUD, TUJUAN, DAN SASARAN
1. MAKSUD
a. Sebagai wahana untuk memperkenalkan masyarakat kepada eksistensi prodi Pendidikan Fisika di UIN Sunan Gunung Djati Bandung
b. Sebagai ajang mempererat tali silaturahmi
c. Sebagai wahana untuk membantu permasalahan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik
d. Sebagai wahana untuk menambah wawasan dalam bidang aplikasi MIPA
2. TUJUAN
Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Adapun tujuan khusus antara lain:
a. Menambah wawasan intelektual secara aktif dalam kegiatan sehari-hari
b. Meningkatkan kemampuan guru MIPA dalam menyampaikan Materi MIPA
c. Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengaplikasian fisika
d. Meningkatkan dan mengembangkan semangat haus ilmu dalam menghadapi permasalahan kehidupan
3. SASARAN
Sasaran kegiatan Gebyar Fisika Eureka VIII adalah:
a. Seluruh mahasiswa jurusan pendidikan khususnya mahasiswa MIPA
b. Guru MIPA tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan sederajat se- Jawa Barat
c. Siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA se-Jawa Barat
d. Masyarakat umum
D. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini diberi nama GEBYAR FISIKA EUREKA VIII.
E. TEMA KEGIATAN
Tema yang diusung pada kegiatan Gebyar Fisika Eureka VIII yaitu :
“Meningkatkan Kompetensi Life Skill untuk Mewujudkan Pendidikan MIPA yang Berkualitas sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa”
F. BENTUK DAN MEKANISME KEGIATAN
1. BEDAH BUKU
a. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2009
Waktu : Pkl. 09.00 – 11.00 WIB
Tempat : Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung
b. Judul Buku : Gelegar Otak
c. Pembicara : 1. dr. Tauhid Nur Azhar, M.Kes.
2. Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, M.Sc.
d. Moderator : Ridwan Efendi, S.Pd.
e. Peserta : Mahasiswa
Umum
2. SEMINAR NASIONAL
a. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Sabtu, 28 Februari 2009
Waktu : Pkl. 08.00 – 12.00 WIB
Tempat : Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung
b. Tema : ”Mengungkap Rahasia di Balik Kesuksesan Olimpiade Sains untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia”
c. Pembicara : 1. TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia)
2. Dikti (Direktorat Jendral Perguruan Tinggi)
3. Dr. Hj. Yunita, M.Pd.
d. Moderator : Muhiddin, S.Pd.
e. Peserta : 1. Guru MIPA tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan sederajat
2. Mahasiswa jurusan MIPA
3. Umum
3. LOMBA CERDAS CERMAT FISIKA
a. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal: Kamis- Sabtu, 26-28 Februari 2009
Waktu : Pukul 13.00 – 15.00 WIB
Tempat : Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung
b. Tema : ”LCC sebagai wahana untuk meningkatkan intelektual siswa”
c. Dewan Juri : Drs. Yudi Dirgantara, M.Pd.
• Drs. H. Chaerul Rochman, M.Pd.
• Dra. Hj. Ade Yeti N, M.M.Pd.
• Dr. Hj. Yunita M.Pd.
• Wahyuni Handayani, M.T.
• Mail, S.Pd.
d. Pembaca Soal : Amirudin, S.Pd
e. Peserta : Siswa SMA/MA se-Jawa Barat
4. PAMERAN SAINS
a. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Februari 2009 dan Sabtu, 28 Februari 2009
Waktu : Pukul. 11.00 – 12.00 WIB dan Pukul 14.00-16.00 WIB Tempat : Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung
b. Penyedia Alat :Laboratorium Fisika UIN SGD Bandung PUDAK
c. Peserta : Siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan sederajat
5. BAZAR BUKU DAN ASESORIS
a. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Kamis-Sabtu, 26- 28 Februari 2009
Waktu : Pukul. 08.00 s.d 17.00 WIB
Tempat : Auditorium UIN Sunan Gunung Djati Bandung